Latest Movie :
Recent Movies

ALVIN AND THE CHIPMUNKS

Alvin and The Chipmunks - Keluarga buat Superstars Tupai


Film ini langsung mengingatkan saya dengan serial kartun yang sempat tayang di TPI waktu saya masih SD. Yang jelas saya excited banget mau tau seperti apa filmnya. Secara saya suka banget sama kartunnya.

Tiga tupai yang lincah dan menggemaskan terdampar di kota besar tepatnya di rumah Dave (Jason Lee). First impression buat Dave tentu sangat mengagetkan ketika menemukan tiga tupai bisa berbicara dan telah mengacaukan rumahnya. Awalnya mengusir the chipmunks tapi kemudian tertarik mengajaknya tinggal bersama setelah tau mereka bisa bernyanyi.

Dalam perjalanan karir mereka, Paman Liam, pemilik label recording, bermaksud jahat ingin menguasai Alvin, Simon dan Theodore, pendatang baru yang langsung meroket di dunia musik. Sayangnya karena ada kesalahpahaman antara Dave dan the chipmunks, akhirnya mereka pun mau tinggal di rumah Liam.

Dave merasa kehilangan dan mulai menyadari bahwa, The chipmunks itu adalah bagian hidupnya. Dia sangat menghawatirkan nasib mereka di tangan besi Liam. Segala upaya dilakukan agar bias kembali bersama dengan tupai-tupainya.

Seperti biasa, film animasi seperti ini selalu membawa pesan moral yang ga jauh-jauh dari kehidupan keluarga. Saya sempat terbawa emosi ikut jengkel dengan Liam, yang bertindak semena-mena. Endingnya ga bagus-bagus amat, terkesan terlalu mengejar happy endingnya. Tapi bukankah versi kartunnya juga begitu? Overall Ringan, simple dan menghibur... Apalagi mereka memang benar-benar menggemaskan.

http://kacamatafilm.blogspot.com/2009/02/film-ini-langsung-mengingatkan-saya.html

BLACK SWAN

Black Swan - Obsesi balerina


Genre : Drama
Score : 4 of 5 stars

Review film ini penuh dengan pujian dan score yang tinggi. Semakin penasaran, beberapa kritikus film memberikan angka yang sempurna buat Portman pemeran utama dalam Black Swan.

Nina (Natalie Portman) sangat terobsesi dengan peran Ratu dalam lakonan Black Swan, sebuah maha karya balet yang sangat berarti untuk semua pebalet di sana. Tidak heran berbagai usaha dilakukan agar bisa ikut berpartisipasi di dalamnya.

Peran utama ini menjadi sebuah tolak ukur kesuksesan seorang pebalet dalam karir baletnya. Nina berhasil mendapatkan peran itu. Iming-iming popularitas yang akan diperoleh membuat Nina justru menjadi seorang yang skpetis dan paranoid dengan perannya. Dia selalu curiga dengan semua orang yang ada disekitarnya.



Merasa mereka datang dan akan merebut apa yang diperolehnya sekarang. Termasuk dengan lily yang ternyata berhasil menarik perhatian Thomas, sang director. TIdak hanya Lily, ibunya pun dianggap menjadi penghalang karirnya.

Yang paling dahsyat, obsesinya ini membuat dirinya paranoid dengan bayang-bayangnya sendiri. Kesungguhannya mempelajari karakter angsa putih dan hitam dalam cerita membuat dia seperti memiliki dua kepribadian juga. Kepribadian yang bertolak belakang.


Natalie Portman bermain cemerlang dalam film ini. Emosi, kesedihan dan kepanikan bisa saya rasakan. Bahkan beberapa adegan berhasil membuatku ikut tegang dan emosi. Tidak heran beberapa pengamat mengatakan bahwa Oscar tahun ini bakal jatuh ke tangan Portman.

Film ini menjadi menu pertama saya mengawali tahun 2011. Dan pilihan saya tepat, karena film ini luar biasa menarik!

Saya prediksi film ini bakal berbicara banyak dalam ajang Golden Globe dan American Award 2011. Meski saya belum menonton King's Speech yang katanya menjadi salah contender yang berat dalam ajang tersebut.

http://kacamatafilm.blogspot.com/2011/01/black-swan-obsesi-balerina.html

THE KARATE KID

The Karate Kid - Film Melow buat Kungfu Master

Genre : Action and Adventure
Score : 3 of 5 stars

Jacky Chan kembali beraksi lewat seorang bocah yang baru saja pindah ke China, Dre. Dre ikut ibunya karena mutasi kerja. Mereka akan menghabisi hidupnya di China. Dre pun harus beradaptasi dengan lingkungan barunya termasuk teman-teman sekolahnya.

Sialnya Dre justru bermasalah dengan "preman" sekolah karena berkenalan dengan seorang gadis cantik yang mahir bermain biola. Perseteruan itu pun berkelanjutan karena Dre juga tidak mau mengalah begitu saja. Sialnya lagi, mereka ternyata jago kungfu. Tentu saja Dre jadi bulan-bulanan mereka.

Han (Jacky Chan) pun tergerak melatih Dre agar bisa membungkam perguruan yang mengajarkan Kungfu dengan filosopi yang melenceng dari ajaran kungfu sebenarnya.

Tipikal film kompetisi. Tertindas di awal dan kemudian tertawa mengangkat tangan di akhir.
Yang menjadi catatan saya di sini Jacky Chan nya sendiri. Ini film melow pertama dia yang saya tonton. Tampangnya dalam film ini sangat kalem dan mature. Kebapakannya sangat terlihat. Tidak ada wajah konyol atau ringisan kesakitan ketika sedang berhadapan dengan musuh.



Adegan komedi khas dia pun bisa dibilang tidak ada. Ada tapi sedikit. Meski beberapa adegan berhasil membuat saya tertawa. Oia, kalo berharap Jacky Chan akan berantem dalam film ini sebaiknya siap-siap kecewa karena sepanjang 2 jam lebih berlangsung, hanya satu scene dia berhadapan dengan paa jagoan kungfu cilik itu.

Anda heran kenapa film ini berjudul "Karate" padahal yang ditonjolkan adalah kungfu? Sebenarnya film ini berjudul The Kung Fu Dream di China dan Best Kid di Japan dan Korsel. Tapi begitu didistribusikan di pasar International, judulnya berubah menjadi The Karate Kid. Mungkin lebih familiar mengingat beberapa dekade sebelumnya, pernah ada film sukses berjudul sama.

Pemilihan Jaden Smith memerankan Dre menurutku cerdas. Bocah berkulit hitam ini sangat cocok memerankan karakter Dre, selain alasan marketing yang bisa melebarkan target pasar.

http://kacamatafilm.blogspot.com/2010/10/karate-kid-film-melow-buat-kungfu.html

HABIBIE & AINUN

Habibie dan Ainun (2012)

Genre : Romance, Drama
Score : 1/5
Habibie dan Ainun adalah teman satu sekolah di Bandung waktu SMA. Mereka sama-sama pintar dan sering dijodoh-jodohkan dengan guru mereka. Tapi Habibie tidak pernah tertarik dengan sosok aktif Ainun. Menurut Habibie, Ainun itu seperti gula jawa, hitam pendek dan gemuk. Tapi ucapan itu harus ditarik Habibie ketika beberapa tahun kemudian mereka bertemu lagi. Habibie langsung terpana dan terpesona dengan kecantikaan yang terepancar dari sosok Ainun.

Singkat cerita Habibie jatuh cinta dan ternyata Ainun juga merasakan hal yang sama. Oleh karena itu meski banyak pemuda kaya yang datang, Ainun menjatuhkan pilihan menerima lamaran Habibie.
Setelah menikah, Ainun menemani Habibie melanjutkan studinya di Jerman. Di sana mereka hidup sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang menderita. Hidup mereka mulai berangsur membaik ketika project Habibie diterima di perusahaan kereta api tempat Habibie magang mencari uang tambahan.

Bintang Habibie semakin bersinar ketika dia akhirnya ditawarkan bekerja di Indonesia, meski sebelumnya sempat mengalami penolakan. Cita-citanya membuat pesawat terbang untuk Indonesia semakin dekat.

Tidak hanya karir, kehidupan rumah tangga Habibie dan Ainun juga adem tenteram. Mereka saling melengkapi dan mengisi, hingga kemudian Ainun harus 'pergi' meninggalkan belahan hatinya, Habibie untuk selamanya.

***



Sebelumnya mohon maaf yak buat yang sangat ngefans dengan film ini dan katanya sudah nonton berulang kali. Karena di review ini gw cuma bisa ngasih nilai 1/5 aja. Maaf!

Gw ga akan mengomentari cerita yang dipaparkan film ini. Atau bagaimana karakter Bapak Habibie sebenarnya. Review gw ini hanya akan membahas teknis filmnya saja. Bagaimana film ini menyampaikan jalan cerita.

Kalo soal cerita cinta Habibie dan Ainun yang romantis atau bagaimana idealisnya sosok Pak Habibie itu ga perlu diragukan lagi. Itu jempolan! Gw juga berhasil dibuat merinding dan bahkan berkaca-kaca ketika kisah itu gw baca lewat bukunya yang berjudul sama dengan film ini. Terharu dengan rentetan tulisan tangan Pak Habibie yang terlihat sangat jelas menyatakan betapa berartinya sosok Ainun bagi dirinya.

Kalo filmnya sendiri? DAPUK!!!
Gw tidak merasakan romantismenya kisah itu. Gw tidak berhasil merasakan betapa kuatnya kisah cinta Habibie dan Ainun dalam film ini. Film ini tidak lebih sebuah film cerita cinta picisan yang basi. Entah kenapa, kekuatan cerita yang ada tidak tersampaikan dengan baik. Plot cerita juga tidak rapi. Alur maju mundurnya terkesan diletakkan sembarangan. Belum lagi setting filmnya yang ga banget. Iklan di mana-mana dan disisipkan secara norak. Lo bayangin aja, ada coklat Chocolatos di awal tahun 80-an? Si Punjabi, produser picisan itu kehabisan modal ya sampai harus menabur beberapa produk di dalam film ini?! 3 buah iklan produk di awal film aja sudah mengganggu banget. Serasa nonton sinetron aja!

Alur cerita ini terasa terburu-buru. Kehidupan di Jerman yang di bukunya digambarkan dengan baik, hilang ga berbekas. Oke ini masalah durasi, tapi bisa saja kan fokus ke salah satu poin aja. Belum lagi perjalanan karir pak Habibie yang akhirnya terlibat politik, pun diceritakan nanggung.

Untungnya Reza Rahardian bermain sangat apik. Berhasil menghidupkan karakter Pak Habibie lewat gesture dan cara bicaranya. Meski secara fisik Reza jauh dari sosok beliau. Chemistry terkuat diantara BCL-Reza hanya berhasil gw rasakan di 5 menit treakhir ketika Ibu Ainun terbaring lemah tidak bisa berbicara dan Pak Habibie berdoa menangis sambil mencium wajah isterinya. Dan paling mencekat adalah ketika adegan terakhir, film ini menampilkan Pak Habibie duduk terpekur menciumi nisan isterinya. Dan poin inilah yang menghasilkan 1 bintang saja.



Untungnya film ini menceritakan sebuah kisah cinta yang epic yang keknya sudah membius rakyat Indonesia. True Love does exist! Makanya jutaan penonton itu tidak peduli dan seolah buta akan bagaimana buruknya film ini menyampaikan cerita cinta Habibie dan Ainun. Yah... sang produser memang jeli melihat selera pasar.

Sebagai informasi, selama kurang lebih 2 jam gw tersiksa menonton film ini. Gw hanya sayang aja sudah kadung beli tiket tapi harus keluar dari bioskop sebelum filmnya habis. Meski beberapa penonton juga sudah melakukan itu. Dan yang lebih heboh, ibu-ibu di samping kiri gw tersengal-sengal menangis bombay dengan film ini. Bukan cuma itu, ibu-ibu yang lain juga keluar dengan mata sembab sambil meluk-meluk pasangannya. So sweet banget. Asli gw ngakak-ngakak keluar dari studio.

Buat yang suka dengan cerita cinta Pak Habibie dan Ainun, mending beli dan baca bukunya deh dari pada nonton filmnya.

http://kacamatafilm.blogspot.com/2013/01/habibie-dan-ainun-2012.html

ICE AGE 4 : Continental Drift (2012)

Ice Age 4 : Continental Drift (2012)

Genre : Animasi
Score : 3/5
Kawanan hewan yang 'aneh' ini kembali beraksi. Manny, Sid dan Diego kembali menunjukkan kekompakannya dalam menjalani sebuah petualangan yang sebenarnya tidak mereka inginkan.

Mother Nature "bergerak" dan penyebabnya adalah Scrat (tupai) pengejar kenari yang tidak ingin jauh dari buah kesayangannya itu (gambaran pergerakan bumi yang menyebakan terbentuknya benua di bumi cukup lucu). Pergerakan ini pula yang menyebabkan, tiga sekawan terpisah dengan rombongan. Mereka terbawa arus menuju lautan luas.
Di lautan itu mereka bertemu dengan bajak laut, yang ngotot ingin menguasai "kapal" mereka. Tapi tentu saja Manny, Sid dan Diego tidak menyerah begitu saja. Hasrat Manny kembali kumpul dengan isteri dan anaknya membuat dia berjuang sekuat tenaga mencari jalan pulang yang hanya diketahui oleh bajak lau tersebut. Dalam kisah ini, giliran Diego yang menemukan tambatan hatinya sementara Sid hanya bisa berbahagia dengan Neneknya yang sudah pikun.



***
Akhirnya nonton juga, setelah tertahan dengan film blockbuster yang lebih kuat pamornya.

Menikmati film animasi memang lebih menyenangkan, terutama di saat-saat kita lagi jenuh atau bete. Tidak perlu terlalu mikir banyak dan semua unsur hiburan ada di dalamnya. 3 karakter dalam film ini memang saling mengisi, tapi seperti biasa Sid selalu menjadi ice breaker di samping Scrat tentunya ya. Gw bahkan berpikir, harusnya Scrat dibuatkan satu film khusus saja. Kegilaannya terhadap kenari bener-bener selalu sukses bikin ngakak.



Animasi film ini terasa lebih bagus dibanding film sebelumnya. Unsur musikalnya juga menyenangkan. Cocok untuk menjadi tontonan keluarga. Sepanjang film, banyak penonton anak kecil yang ikut tergelak melihat aksi-aksi mereka. Meski film ini memang sangat menghibur, tapi kalo dari segi cerita tidaklah terlalu dalam. Alasan logis bajak laut ingin merampas kapal Manny juga tidak terlihat kuat. Atau chemistry antara Manny dan keluarganya juga tidak terasa feelnya. Bahkan friendship, salah satu tema yang ingin ditonjolkan dalam film ini lewat Peaches (anak Manny) dan Louis (tikus tanah) juga kurang nampol. Tapi paling tidak, lewat film ini ada pesan moral yang bisa ditangkap dan terutama bisa tertawa-tawa senang atau hanya lewat cengengesan aja sudah cukup.

Oia, Jennifer Lopez menjadi salah satu pengisi suara baru dalam film ini. Dia memerankan karaktere Shira, macan abu-abu, yang masuk dalam kawanan bajak laut.

Last but not least, pastikan jangan telat karena di awal film ada short movie tentang Maggie, little baby dari simpsons family di tempat penitipan bayi. Shor movienya bagus, cukup memorable, jadi jangan sampai kelewatan ya!

http://kacamatafilm.blogspot.com/2012/08/ice-age-4-continental-drift-2012.html

THE LAST SONG

The Last Song - Another Nicholas Spark's story

Genre : Drama Romance
Score : 2.5 of 5 stars

Saya suka film The Notebook! Suka ceritanya dan suka plotnya! Mengharukan dan sangat romantis. Makanya saya menganggap nama Nicholas Spark adalah jaminan mutu cerita romantis masa kini.

Jadi jangan heran kalo 3 Novel Nicholas Spark yang difilmkan pun saya tonton kemudian. Setelah, A Walk to remember, Dear John, dan yang baru saja saya tonton adalah The Last Song. Film yang dibintangi oleh Miley Cyrus (Hannah Montana).

Veronica aka Ronnie adalah korban perceraian. Tadinya dia sangat dekat dengan ayahnya, tapi gara-gara perceraiannya ini, dia jadi benci dan menyalahkan ayahnya. Bakat piano yang dimiliki dan diajarkan ayahnya pun tak ingin lagi digunakan.

Untuk kembali mendekatkan diri dengan kedua anaknya, dia mengundang Ronnie dan Jonah untuk datang berlibur Summer di tempat ayahnya di daerah pantai. Di sana Ronnie bertemu dengan Will. Mereka secara tidak sengaja bertabrakan ketika Will asik bermain volly pantai. Awalnya Ronnie tidak menanggapi Will, tapi insiden telur penyu membuat mereka dekat dan saling jatuh cinta.

Dari kedekatan itulah, Ronnie mulai belajar lagi mengenal rasa dan emosi. Satu hal yang hilang sejak perceraian orang tuanya terjadi. Tapi bukan Nicholas Spark namanya kalo tidak meramu cerita standar ini menjadi sebuah kisah drama yang sendu, dramatis tapi sekaligus romantis.

The Last Song adalah lagu ciptaan ayahnya yang diselesaikan Ronnie, meski dia sudah berjanji tidak akan bermain piano lagi. Dia lakukan ini karena permintaan ayahnya di saat mereka sedang menikmati kebersamaannya kembali.

Menurutku, sisi drama keluarganya lebih kental dibanding drama percintaanya. Saya lebih merasakan feelnya ketika Ronnie konflik dengan orangtuanya terutama ayahnya. Hingga kemudian mereka "menghabiskan" summer berdua.

Miley Cyrus cantik banget! Dia jauh lebih dewasa dalam film ini dibandingkan Hannah Montana. Sayangnya kecantikan itu belum diabrengi dengan akting yang memadai. Belum terlalu kuat memerankan sosok Ronnie yang introvert yang penuh dengan konflik.

Sepertinya membaca bukunya pasti lebih menyenangkan. Oia, si Greg yang memerankan bapaknya saya suka aktingnya. Ekspresi wajah dan tekanan suaranya pas.


http://kacamatafilm.blogspot.com/2010/09/last-song-another-nicholas-sparks-story.html

3 IDIOTS

3 Idiots – we are all idiots

Genre : Comedy
Score : 4 of 5 stars

Ini adalah film Bollywood kedua yang ada di kolom reviewku setelah Kabhi Kushi Kabhi Gham (ingat Slumdog Millionaire bukan Bollywood ya!). Entah kenapa film ini tiba-tiba menjadi bahan perbincangan di banyak forum termasuk twitter. Terlebih lagi film ini berhasil menembus chart box office di UK di minggu pertamanya rilis. Prestasi serupa yang pernah di raih film bollywood fenomenal, Kuch-kuch Hotta hai dan Kabhi Kushi Kabhi Gham (dan perlu dicatat ketiga film ini menawarkan alur flash back yang sama loh)

Dan tanpa panjang lebar lagi, saya pun menontonnya!

Film dibuka dengan adegan Farhan yang sedang duduk di dalam pesawan yang bersiap-siap untuk take-off. Tiba-tiba mobile phone berdering dan membuatnya mencari akal untuk membatalkan perjalanannya.

Adegan berikutnya, Raju, terbangun dari tidur karena ponselnya berbunyi dan ada Farhan diseberang memberitakan sesuatu yang memaksa Raju segera berlari keluar memenuhi ajakan Farhan, sampai lupa memakai celana.

Adegan pembuka tadi mengantarkan kita bertanya-tanya seberapa penting sosok Rancho dimata kedua sahabatnya tadi.

Farhan dan Raju rela melakukan apa saja secara mendadak demi bertemu kembali sahabat lamanya yang 10 tahun menghilang, Rancho. Dan Chatur adalah pembawa berita munculnya Rancho.

Tapi ternyata harapan bertemu kembali di tower kampus mereka dulu adalah harapan sia-sia, karena Chatur ternyata tidak punya niat untuk itu kecuali memamerkan kesuksesan yang dimilikinya, membuktikan sumpah yang pernah dilontarkan dalam keadaan emosi 10 tahun menjelang kelulusannnya.

Akhirnya mereka pun mulai menyusuri jejak Rancho. Melakukan perjalanan jauh mencari sosok sahabatnya yang sangat berarti. Selama perjalanan itu, napak tilas hiduppun kembali digelar. Cerita masa lalu kembali terputar. Bagaimana pertemuan pertama mereka, bagaimana mereka menjalani hidup di asrama kampus. Bagaimana berjuang dan bergumul dalam dunia teknik dan bagaimana bertahan dari serangan seorang professor sinis dan keras, Mr. Viru, yang lebih dikenal Virus.

Ceritanya cukup sampai di situ, kalo saya cerita sinopsisnya, bakalan butuh 3 halaman karena filmnya sendiri berdurasi hampir 3 jam (seperti film bollywood lainnya). Yang ingin saya cerita di sini adalah kenapa film 3 Idiots ini istimewa di mata saya dan tidak seperti film india lainnya.

Oke... ciri khas Bollywood masih terlihat di sana sini. Adegan pertama kali Rancho muncul, atau ketika cewek utamanya tampil, tipikal bollywood banget. Rambut tertiup angin, gerakan menoleh atau muncul dari balik pintu. See... Bollywood kan? Lagu dan tariannya? Kalo ini cukup surprise karena bisa dibilang jumlah lagu dan tari-tariannya lebih sedikit dari film india biasanya. Kalo saya tidak salah hitung sekitar 4-5 lagu saja. Yang paling menganggu adalah kisah percintaan Rancho dan Anak Mr. Viru, si tokoh antagonis. Tapi it’s bollywood. Mungkin formulanya memang harus begitu, yah... terpaksa “diselipkan” lah kisah ini.

Nah kisah luar biasanya adalah... pertemanan 3 sahabat, Farhan, Raju dan Rancho. Inilah kisah yang berhasil menampar-nampar saya tapi sekaligus mengelus-ngelus hati secara bersamaan. Ketiga orang ini memperlihatkan sisi idiot yang selalu dimiliki manusia. Idiot bagi kita karena mungkin hal itu tidak lumrah dan terlihat naif dan Sangat aneh.

Sindiran demi sindiran bergantian muncul selama film berlanjut. Sindiran yang saya yakin kalau mau Jujur, pernah kita temui bahkan kita alami. Salah satunya, kuliah itu bukan cari nilai, tapi cari ilmu. Degg…. Nampar gw banget! Belum lagi tamparan buat sistem pendidikan yang (sok) ketat tapi tidak pernah mau memperdulikan apa yang sudah diperoleh pelajarnya.

Karakter-karakter yang ada dalam cerita ini, sepertinya sengaja dibentuk untuk mewakili kebodohan-kebodahan yang selalu hidup dalam diri kita, tapi tidak pernah kita akui karena hal itu adalah hal biasa terjadi dan bahkan kita lakukan. Rancho menjadi sosok yang sangat sempurna di mata teman-temannya. Bagi mereka, Rancho adalah pahlawan. Rancho adalah malaikat. Rancho adalah segalanya! Rancho selalu ada di saat orang sedang sedih dan berduka. Tapi juga selalu ikut tertawa ketika suasana sedang bahagia Tapi sesuai peraturan hidup, ga ada yang sempurna kan? Nah, justru dari hasil pencariannya, Farhan dan Raju menemukan sisi lain dari Rancho. Sisi Idiot yang lain dari Rancho.

Aamir Khan cukup bagus memerankan Rancho, sosok mahasiswa ”idiot” yang luar biasa, mengingat umurnya sudah kepala 4. Saya suka poin ceritanya dan cara film ini menyampaikan pesannya kepada penonton. Really i love it! Film ini membuat ku tertawa spontan (sebenarnya banyak potongan adegan yang ingin saya tulis di sini, tapi pastinya akan kepanjangan). Tapi di bagian lain, tiba-tiba tenggorokanku seperti tercekat dan speechless! Buat kalian yang alergi dengan adegan nangis bombay ala india, percayalah, film ini tidak terlalu mengumbar kesedihan. Ada tapi tidak banyak. Pas...

Mungkin kekurangan film ini di mata orang lain (tidak buat saya), MUNGKIN, karena film ini adalah buatan Bollywood, yang terlanjur dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Jadi mereka sudah mengunder estimate sebelum menonton. Guys... u are totally wrong! Fyi, Rate imdb.com untuk film ini adalah 8,1/10

Nonton deh! Temukan sisi lain dari film 3 Idiots ini!

”Give me some sunshine
Give me some rain
Give me another chance
I wanna grow up once again”



http://kacamatafilm.blogspot.com/2010/02/3-idiots-we-are-all-idiots.html

THE CHRONICLES OF NARNIA : Voyage of the Dawn Treader

The Chronicle of Narnia : Voyage of the Dawn Treader

Genre : Fantasy
Score : 2.5 of 5 stars

Lucy, Edmund, Susan dan Peter adalah 4 bersaudara yang selalu "terjebak" ke dalam petualangan di dunia Narnia. Kalo 2 film sebelumnya mereka selalu bersama-sama, dalam serial nya kali ini, hanya Lucy dan Edmund lah yang kembali masuk ke dalam dunianya Aslan, Sang Penguasa Narnia. Tunggu, mereka tidak hanya berdua, mereka secara tidak sengaja membawa serta sepupunya yang menyebalkan ikut serta, Eustace. Dan medianya pindahnya bukan lagi lemari baju atau kereta, tapi sebuah lukisan.

Dari lukisan akhirnya mereka terdampar kembali ke negeri Narnia yang penuh dengan petualangan Magis. Mereka pun bergabung dengan kapal Caspian yang megah. Dari sana mereka berpetualang mencari negeri Aslan. Hingga kemudian menemukan sebuah masalah besar yang meresahkan warga Narnia. Caspian, Edmund dan Lucy pun bertekad memecahkan misteri kabut hijau itu.



Atas petunjuk Coriakin, mereka mencari pulau tak berpenghuni yang katanya menyeramkan. Mereka terlebih dahulu harus mencari 7 pedang ksatria yang tidak diketahui di mana keberadaannya.

Kisahnya semakin menarik meski para raja dan ratu cilik Narnia itu sudah tidak komplit lagi. Adanya tokoh Eustace yang menyebalkan itu menjadi bumbu tersendiri dalam film ini. Will Poulter sang pemerannya menurutku sangat berhasil menjadi orang yang menyebalkan  . Effectnya cukup enak dilihat meski ga tau apakah berasa kalo itu dalam versi 3D (saya nonton yang biasa karena mengejar teksnya)

Tapi entah kenapa saya merasa bosan dengan alurnya. Ada semacam part yang terseret di tengah. Konflik internal yang diharapkan akan seru dan menguras emosi sebagaimana yg saya rasakan ketika nonton LOTR itu ga ada sama sekali. Bahkan saya bisa bilang “sudah nih?” Di akhir-akhir film, adegan breath takingnya cukup berhasil.

http://kacamatafilm.blogspot.com/2010/12/chronicle-of-narnia-voyage-of-dawn.html
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MOVIE REVIEW - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger